Sosialisasi Permenpan RI No. 21 Th 2018 Tentang Jabatan Fungsional PKB

BKKBN DIY Sosialisasikan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 21 Tahun 2018 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana

Pada hari Selasa (14/5/2019), bertempat di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, Perwakilan BKKBN DIY melaksanakan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara terkait Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana yaitu Permenpan Nomor 21 Tahun 2018.
Kegiatan yang bertajuk “Advokasi dan KIE Program KKBPK melalui Sosialisasi Permenpan-RB Nomor 21 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana” ini dihadiri oleh 260 orang terdiri dari unsur Perwakilan BKKBN DIY, para PKB seluruh DIY dan perwakilan OPD KB Kabupaten/Kota se-DIY
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY Dra. Ita Suryani, M.Kes.
Dalam sambutannya Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY menyampaikan bahwa saat ini dengan adanya Permenpan RB 21 tahun 2018, ketugasan Penyuluh KB semakin dinamis. Sertifikasi profesi hingga adanya Daftar Usulan Angka Kredit (Dupak) menjadi syarat dalam upaya memaksimalkan kinerja penyuluh dalam menggelorakan semangat keluarga berencana.
“Setelah adanya Permenpan RB itu, penyuluh harus punya kesiapan mental agar bisa naik pangkat dan kesejahteraannya meningkat. Harus punya Dupak dan karena itu ada sosialisasi yang harapannya bisa memotivasi kinerja mereka,” ungkapnya
Dalam era saat ini yang kerap disebut revolusi industri 4.0, para penyuluh KB juga diharuskan berkreasi dengan platform digital untuk memaksimalkan sampainya program keluarga berkualitas ke masyarakat. Inovasi program menurut Ita harus dilakukan agar penyampaian pada masyarakat semakin menarik dan mampu terserap maksimal.
“Misalnya saja saat ini ada segmentasi masyarakat yang bisa dijangkau melalui sosial media, ya penyuluh harus bisa berinovasi untuk hal itu, masuk melalui sosmed dan menyajikan informasi menarik pada masyarakat. Tapi kalau memang harus menjangkau dan tatap muka langsung, harus dilakukan dengan tentu tetap mengedepankan inovasi, dan penyuluh paling tahu berdasar data yang dimiliki,” tuturnya.
Saat ini berbagai platform memang bisa digunakan para penyuluh, misalnya melalui akun sosial media seperti Instagram, Facebook hingga aplikasi pesan Whatsapp. Bahkan, tersedia pula kanal Youtube untuk memproduksi konten-konten video yang bisa mengedukasi masyarakat tentang program keluarga berencana.
Di DIY sendiri total ada 183 penyuluh KB yang baru saja mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi profesi. 118 diantaranya lulus sementara 65 lainnya masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
“Di DIY saat ini masih ada 35 persen atau 65 orang yang harus didorong, dan kami terus akan fasilitasi dengan berbagai pelatihan. Ketika sudah sertifikasi, harapannya kemudian akan muncul banyak inovasi dalam melakukan pekerjaan,” pungkasnya.
Dalam Sosialisasi ini menghadirkan pembicara Kasubdit Tenaga Lini Lapangan Direktorat Lini Lapangan BKKBN Pusat, I Made Yudhistira Dwipayama, M.Psi yang menyampaikan mengenai “Manajemen Penyusunan Dupak Jabatan Fungsional PKB” dan Auditor Kepegawaian Perwakilan BKKBN DIY, Sulistyowati, S.Ag yang menjelaskan mengenai “Teknis Pengusulan Dupak PKB” dengan Moderator Widyaiswara Utama Perwakilan BKKBN DIY, Drs. Witono, M.Kes.