Depan > Index Berita > 45 ORANG PKB DAN KADER MENGIKUTI PELATIHAN PEMBUATAN PETA KELUARGA DI BALATBANG BKKBN DIY
45 ORANG PKB DAN KADER MENGIKUTI PELATIHAN PEMBUATAN PETA KELUARGA DI BALATBANG BKKBN DIY
Rabu, 22 Mei 2013

BKKBN JOGJA ONLINE : Dalam Rangka Akselerasi Sub Sistem Pencatatan dan Pelaporan  Pembangunan Kependudukan dan KB di Wilayah DIY, Bidang Adpin bekerjasama dengan Balatbang BKKBN DIY telah menyelenggarakan Kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas PKB dan Kader dalam Pembuatan Peta Keluarga, Pelatihan / Orientasi ini dilaksanakan selama 2(dua) hari tanggal 20 dan 21 Mei 2013, bertempat di Ruang Widya 1 Balatbang BKKBN DIY Jalan Kenari 58 Yogyakarta, diikuti oleh 45 orang peserta meliputi PKB dan Kader Kabupaten Kota se DIY, Materi yang diberikan meliputi Kebijakan Akselerasi Sub Sistem Pencatatan Pelaporan Pembangunan KKB Tahun 2013-2014, Perapian Data Peserta KB Aktif di Kabupaten/Kota, Pembuatan Peta Keluarga sebagai Peta Pengarapan Pembangunan KKB, Praktek Pembuatan Peta Keluarga, Aplikasi Profil KKB Desa serta Pengenalan WAP Gateway, Materi disampaikan Oleh Tim Subid Datin. Dalam Sambutannnya Plh Kepala BKKBN DIY, Dra. Sriana Sujimulyani mengatakan : Hasil SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa indikator pembangunan KKB yang secara nasional menjadi tanggung jawab BKKBN seperti TFR,  CPR dan Unmet need belum sesuai dengan sasaran yang hendak dicapai pada akhir RPJMN 2010 – 2014.   Sebagai gambaran, untuk data DIY : TFR mengalami kenaikan dari 1,8 (SDKI 2007) menjadi 2,1  (SDKI 2012), walaupun CPR – cara modern – mengalami kenaikkan dari  54,8 (SDKI 2007)  menjadi 59,6  (SDKI 2012). Sementara itu  unmet need juga mengalami kenaikan dari 6,8 (SDKI 2007) menjadi 11,5 (SDKI 2012) dan kenaikan ini justru terjadi pada variabel pembatasan kelahiran (7,9 %) artinya masih banyak keluarga pasangan usia subur yang sebetulnya   sudah tidak menginginkan  anak lagi tetapi tidak menggunakan kontrasepsi.     Memperhatikan   hasil SDKI 2012 tersebut, artinya  kita sedang menghadapi tantangan yang cukup berat untuk meyakinkan semua pihak  bahwa program Kependudukan dan KB akan berdampak  secara signifikan  terhadap upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bila mencermati data program Pembangunan Kependudukan dan KB yang diperoleh  dari hasil Staistik Rutin pencapaian prevalensi (PA/PUS) berada pada 79 % sedangkan pendataan keluarga melalui MDK berkisar antara 72 %, artinya kita perlu untuk melakukan pencermatan dan perapihan kembali data program, sehingga data yang dilaporkan  sesuai dengan kondisi riil di wilayah. Untuk itu  salah satu upaya yang harus lebih di tingkatkan adalah   memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak  guna meningkatkan cakupan dan  validitas data program Kependudukan dan KB disetiap tingkat wilayah serta penyediaan data mikro keluarga  pada tingkat desa yang ter-update setiap tahun. Dan untuk lebih mempertajam sasaran penggarapan program, hasil pndataan tersebut dibuat mapping atau peta keluaga mulai dari tingkat RT, sehingga kader KB akan lebih mudah memberikan pembinaan dan memantau PUS yang ada diwilayahnya, demikian juga dengan PKB yang akan lebih mudah memetakan program kerja yang dilikasanakan serta yang akan direncanakan pada kurun waktu tertentu.Keberhasilan program Kependudukan dan KB tercermin dari data dan informasi yang disajikan, dimana pada era komputerisasi dan teknologi informasi seperti sekarang perkembangan data dan informasi menjadi sangat mudah diakses dan dimanfaatkan. Pertemuan ini bersifat teknis, sehingga peran serta Bp/ibu sekalian sangat menentukan dalam keberhasilan dari pertemuan ini.  Akhir kata Selamat mengikuti pertemuan yang diselenggarakn selama 2 hari ini, tetap semangat demi tercapainya sasaran RPJMN pada 2014 dan MDG’s 2015 yang dimulai dari peningkatan cakupan dan validitas data diwilayah Bp/Ibu sekalian.
Sumber Berita : Subid Datin BKKBN DIY
 
Humas : BKKBN DIY

PETA-2.jpg

 PETA-3.jpg
PETA-4.jpg

PETA-5.jpg