Depan > Index Berita > BKKBN DIY Gelar Peresmian Rumah Data Kependudukan Di Kabupaten Sleman
BKKBN DIY Gelar Peresmian Rumah Data Kependudukan Di Kabupaten Sleman
Selasa, 28 November 2017

 
 
rumah-data-Sleman.jpg 
 
 
BKKBN JOGJA ONLINE : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY  pada hari Senin pagi    ( 27/11/2017) menggelar peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung Keluarga Berencana (KB), Padukuhan Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.
Acara peresmian ini dihadiri oleh pejabat Padukuhan Malangrejo, pejabat Kecamatan Ngemplak, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Rumah Data Kependudukan ini diresmikan oleh Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Drs. Sulistyo, SH.CN.MSi.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Drs. Bambang Marsudi, MM saat ini total telah ada tiga Rumah Data Kependudukan di DIY.
Adanya Rumah Data Kependudukan ini, diharapkan update data bisa dimanfaatkan lintas sektor.
"Melibatkan pimpinan daerah dengan harapan update dan pemanfaatannya tidak hanya untuk BKKBN tapi lintas sektor, berperan mengentaskan pembangunan secara utuh," ujarnya.
"Misal ada keluarga dengan rumah tak layak huni, ataupun belum punya jamban keluarga," tuturnya.
Bambang Marsudi pun menjelaskan Rumah Data Kependudukan ini tidak hanya berfokus pada data-data saja namun juga berisi informasi situasi di wilayah tersebut.
Lebih lanjut Bambang Marsudi menjelaskan, saat ini telah ada 78 Kampung KB di seluruh Kecamatan di DIY. Kampung KB merupakan miniatur pembangunan terpadu yang seluruh sektor bisa berpartisipasi di Kampung KB ini serta untuk menggugah masyarakat di Kampung KB agar lebih menggiatkan kegotong royongan.
"Sasaran Kampung KB, merupakan kampung yang sebetulnya capaian program bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga masih rendah. Terutama peserta KB aktif," terangnya.
Bambang Marsudi berharap Kampung KB dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kampung tersebut dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain melalui program-program yang ada.
Sementara itu Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Drs. Sulistyo, SH.CN.MSi. menjelaskan bahwa Rumah Data Kependudukan ini menjadi sumber informasi mengenai kondisi masyarakat di level mikro. Sehingga menurutnya data tersebut nantinya dapat dijadikan referensi untuk perencanaan pembangunan di daerah tersebut. “Pada intinya ending dari program KB ini adalah terwujudnya keluarga yang berkualitas,” jelasnya.
Sulistyo menambahkan  bahwa pada tahun 2020 nanti Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu meningkatnya jumlah usia produktif di tengah-tengah masyarakat.
Ia berharap masyarakat mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.
“Bonus demografi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik, jika tidak maka kita akan kehilangan momentum ini,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kabupaten Sleman  Purwatno Widodo, SH.CN menambahkan bahwa di Kabupaten Sleman telah memiliki 17 Kampung KB yang tersebar di masing-masing kecamatan.
Ia juga menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB cukup tinggi. Hingga bulan Oktober lalu, lanjutnya, peserta KB baru mencapai 9.654 peserta. “Sedangkan KB aktif berjumlah 137.331 peserta,” kata Purwatno.
Purwatno juga berharap Rumah Data Kependudukan tersebut mampu meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dan mitra di Kampung KB. Diharapkan pula Rumah Data Kependudukan tersebut dapat meningkatkan keterlibatkan masyarakat atas program-program KB yang dicanangkan oleh Pemerintah. “Semoga keberadaan Rumah Data Kependudukan di Padukuhan Malangrejo ini dapat menjadi role model bagi keberadaan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB lainnya di Kabupaten Sleman,” imbuhnya.
 
Sumber Berita : Bidang ADPIN BKKBN DIY