Atasi Stunting, BKKBN DIY menggandeng Kanwil Kemenag

Sebagai upaya dalam mensinergikan Penanganan Stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Perwakilan BKKBN DIY melakukan Audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Selasa, 21 September 2021.

Disampaikan oleh Plt. Kaper BKKBN DIY, M.V. Chinggih Widanarto, SE., M.Si., saat audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Masmin Afif M.Ag., bahwa kualitas kesehatan remaja menjadi kunci dalam mencegah stunting. Lebih lanjut, dalam menindaklanjuti Perpres no.72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dimana ada amanat dari Presiden RI bahwa BKKBN dibawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sebagai koordinator atau Ketua Pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Stunting ini permasalahan yang tidak bisa selesai dengan satu cara, melainkan harus diselesaikan dari segala tingkatan, terutama dengan meningkatkan kualitas remaja putri yang kelak akan melahirkan generasi selanjutnya, penjelasan lebih lanjut oleh Plt. Kaper BKKBN DIY. Ia juga menyebutkan bahwa angka stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riksesdas) 2018 sebesar 21,4%, sementara stunting Nasional di angka 27,67%. Di tahun 2019 berdasarkan Survei Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) angka stunting di DIY sebesar 21,04%.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional.Komitmen ini terwujud dalam masuknya stunting ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,67 persen pada tahun 2019 diharapkan menjadi 14 persen pada tahun 2024.
“Kami siap dan berkomitmen untuk sama-sama melakukan edukasi pada calon pengantin, sebagai langkah dini dalam percepatan penurunan stunting”, tanggapan Kepala Kanwil Kementrian Agama DIY.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam H. Nadhif, M.Si., bahwa menjaditantangan besar, melihat masih adanya data dispensasi nikah dini yang juga menjadi salah satu factor resiko stunting bisa terjadi. Disampaikan bahwa Kemenag DIY juga melaksanakan Sosialiasai Pencegahan Stunting untuk para calon pengantin (catin) melalui beberapa kegiatan, diantaranya : Penyuluhan atau Bimbingan Perkawinan (Bimwin) ; “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi catin, karena materinya sangat menarik dari para fasilitator yang sudah terbintek dan juga dari Dinas Kesehatan/Puskesmas serta PLKB. Dengan bimwin ini diharapkan catin dapat menyelesaikan persoalan kehidupan rumah tangga dengan sebaik-baiknya sehingga terwujud keluarga yang lebih harmonis” ujar Kabid Urais lagi.

Berikutnya adalah Program mendekatkan fungsi Takmir Masjid dalam memberikan penyuluhan kepada catin. Disampaikan oleh Kasubag Ortala dan Kerukunan Umat Beragama, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali MA Kemenag DIY : “bahwa Kemenag juga siap menindaklanjuti kerjasama yang ada di tingkat pusat antara BKKBN RI dan Kementerian Agama RI untuk bisa diimplementasikan di tingkat provinsi, terutama dalam upaya percepatan penurunan stunting”.

“Dalam melakukan edukasi pada calon pengantin, BKKBN berharap kerjasama dari Kemenag untuk dapat melakukan pendampingan, diharapankan 3 bulan sebelum melakukan pernikahan. Pendampingan tersebut dilakukan dalam upaya melakukan penilaian status gizi secara virtual melalui sebuah aplikasi ELSIMIL, sehingga setelah menikah calon ibu sudah siap secara fisik dan mental agar tidak melahirkan generasi stunting” tambahan informasi Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN DIY, Iin Nadzifah Hamid. Dijelaskan lebih lanjut, ELSIMIL adalah sebuah aplikasi untuk skrining, edukasi dan pendampingan calon pengantin dalam mendeteksi factor resiko pada catin.

Di akhir diskusi, Perwakilan BKKBN DIY dan Kemenag DIY berkomitmen dan siap untuk menyusun strategi dan rencana aksi yang tepat, dimulai dari pengawalan calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan serta 1000 HPK sebagai upaya mempercepat penurunan stunting.

Sumber : Bidang KSPK