BKKBN lakukan Pembinaan Kelompok BKB di Kalurahan Bugel

JOGJA – Selasa, 20 Oktober 2020, Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Balai Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo. Sasaran pertemuan adalah kader dan anggota keluarga yang memiliki balita, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) juga peserta dari Forum GenRe Kulon Progo.

Panewu (Camat) Panjatan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi luar biasa baik kepada Perwakilan BKKBN DIY selaku penyelenggara kegiatan juga kepada peserta yang telah hadir, mengingat pentingnya acara hari ini. Diharapkan melalui pertemuan ini angka stunting di Kapanewon Panjatan bisa ditekan. Bapak Panewu juga menekankan mengenai pentingnya pengasuhan anak di periode 1000 HPK, selain pemenuhan gizi yang seimbang bagi anak agar kedepannya terwujud generasi yang sehat, kuat dan cerdas.

Kepala Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. Ukik Kusuma Kurniawan, S.KM., M.PS., MA. dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam upaya pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan terintegrasi. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden RI No.60 tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. 3 (tiga) kebutuhan esensial anak tersebut adalah kebutuhan akan Kesehatan melalui kegiatan Posyandu (penerapan KMS), Pendidikan misal melalui kegiatan PAUD dan Pengasuhan melalui kegiatan BKB (penerapan KKA).

Dalam sambutan selanjutnya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY juga menyampaikan pentingnya Kartu Kembang Anak (KKA) sebagai salah satu alat untuk memantau perkembangan balita-anak, sehingga sangat perlu disosialisasikan kembali agar pemanfaatannya bagi keluarga yang memiliki balita dan atau masyarakat umum yang langsung berhubungan secara dekat dengan anak dalam memantau perkembangan anak bisa terasa lebih optimal sekaligus mampu melakukan deteksi dini penyimpangan perkembangan anak yang terjadi.

Pernyataan terakhir sebelum membuka secara resmi, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Dr. Ukik juga mengingatkan pentingnya pengasuhan pada periode emas yaitu periode 1000 HPK yang dimulai dari fase hamil sampai dengan anak lahir hingga usia 2 (dua) tahun. Dengan pengasuhan yang tepat dan benar pada periode emas, kasus stunting diharapkan bisa ditekan, selain pemenuhan gizi seimbang pada anak.

Kegiatan Pembinaan Kelompok BKB di Kalurahan Bugel juga dilaksanakan secara virtual dan tersambung dengan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak. Secara virtual Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Safrina Salim, SKM., M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan bahwa BKKBN melalui Kelompok BKB mendapatkan peran dalam melaksanakan tugas pemberdayaan keluarga (intervensi sensitive) dalam pencegahan stunting tepatnya pengasuhan pada 1000 HPK dengan : 1) menyediakan informasi kepada orang tua untuk dapat melakukan pengasuhan yang tepat sesuai dengan perkembangan umur anak, 2) mengingatkan orang tua untuk selalu memantau tumbuh kembang anak, salah satunya dengan menggunakan KKA agar orang tua mampu mengenali secara dini apabila terdapat kelainan pada tumbuh kembang anak, 3) memberikan intervensi untuk meminimalisir terjadinya factor resiko tumbuh kembang anak seperti gizi kurang/buruk dan stunting dengan menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak mulai dari kognitif, afektif dan psikomotorik anak.

Dalam penyampaian terakhir Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak juga memperkenalkan aplikasi “SINTA” (Sistem Informasi Tumbuh Kembang Anak), sebuah metode online dalam memantau perkembangan anak, sebagai salah satu solusi untuk keterbatasan lembar KKA secara offline di Kelompok BKB.

Dalam kesempatan yang sama, praktek penggunaan KKA secara manual juga diberikan. Bersama Tim Perwakilan BKKBN DIY, semua peserta langsung mempraktekkan bagaimana mengisi KKA dengan tepat dan benar, mulai dari cara melipat, mengisi dan membaca tugas perkembangan dan juga pesan-pesan perkembangan anak kepada orang tua.

Sumber : Bidang KSPK