PERWAKILAN BKKBN DIY LAKUKAN UJI COBA PK21

Jogja – Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan Uji Coba Pendataan Keluarga 2021 di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Rangkaian kegiatan ini berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 27 November 2020 di dua wilayah uji coba yaitu Desa Condongcatur dan Desa Maguwoharjo.

Pada Senin 23 November 2020 rangkaian kegiatan diawali pembekalan kepada seluruh personil yang terlibat antara lain Pengelola Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sleman, PKB Kapanewon Depok selaku supervisor dan manajer serta  10 Kader Pendata.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa  Kapanewon Depok terpilih sebagai wilayah uji coba karena di wilayah Kapanewon tersebut memeiliki jumlah penduduk yang sangat besar dan Pasangan Usia Subur yang sangat besar pula dibandingkan dengan wilayah Kapanewon di Kabupaten Sleman lainnya. Dari uji coba PK21  diharapkan bisa menjadi masukan bagi pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021.

Dra. Ita Suryani, M.Kes., selaku Koordinator Bidang ADPIN BKKBN DIY menyampaikan materi tentang Kebijakan Pendataan Keluarga Tahun 2021, dimana  Pendataan Keluarga tahun 2021 yang disebut PK21 merupakan amanat dari  pelaksanaan UU No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan  Pembangunan Keluarga. Sasaran Pendataan Keluarga 2021 adalah keluarga dan keluarga khusus. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari: suami istri, atau; suami istri dan anaknya, atau; ayah dan anak, atau; ibu dan anak. Sedangkan Keluarga Khusus adalah adalah keluarga yang tidak memenuhi definisi keluarga, namun memiliki hubungan keluarga sesama anggotanya, misalnya kakak dan adik tanpa orang tua, seorang kakek/nenek dan cucunya atau seorang diri.

Pada PK21 nanti diharapkanseluruh keluarga terdata oleh kader pendata dengan melakukan kunjungan rumah ke rumah. Dalam materi nya,  Dra. Ita Suryani, M.Kes., menyampaikan bahwa pelaksanaan PK21 berbeda dengan PK sebelumnya, dimana dalam PK21 kali ini proses Pengumpulan dan Pengolahan Data yang dilakukan oleh Para Kader pendata dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu : Pengumpulan Data dengan menggunakan formulir F/I/PK/21 dan Pengumpulan Data dengan menggunakan Smartphone yang diinput langsung oleh kader dengan aplikasi berbasis smartphone.

Untuk memperoleh gambaran yang riil kepada peserta Pembekalan, Tim Fasilitator dari Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan materi beserta praktik tentang bagaimana Kader Pandata dalam memahami proses pengisian Formulir PK21 dan tata cara penggunaan Aplikasi PK21 yang dilakukan melalui Smartphone.

 

Pada Uji Coba PK21 ini kader pendata dibagi dalam dua metode pengumpulan data yaitu sebagian menggunakan Formulir dan sebagian menggunakan smarthphone. Diakhir sesi akhir pembekalan, dilakukan pembagian tugas kepada Kader pendata yang harapannya bisa melakukan Uji Coba PK21 secara riil kepada 50 Keluarga dengan menggunakan formulir F/I/PK/21 di Desa Maguwoharjo, dan 50 Keluarga dengan menggunakan smartphone di Desa Condongcatur.

Sumber : Subbid Data & Informasi