Cegah Stunting, BKKBN Uji Coba Aplikasi ELSIMIL di Kulon Progo

Senin, (4/10/2021) bertempat di Balai Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, BKKBN melakukan uji coba aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Aplikasi ini dibangun sebagai salah-satu strategi BKKBN dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang. ELSIMIL merupakan alat dalam membantu memetakan faktor resiko stunting dari hulu, khususnya bagi pasangan calon pengantin (Catin). ELSIMIL diharapkan berfungsi sebagai skrinning untuk deteksi resiko stunting bagi Catin, menghubungkan Catin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil serta menjadi alat pantau kepatuhan Catin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo – Fajar Gegana dan Tim BKKBN Pusat serta Staf Ahli Kepresidenan yang didampingi Plt. Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Chinggih Widanarto. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo mendukung penerapan Aplikasi ELSIMIL agar kualitas SDM yang dihasilkan lebih berkualitas. Pemkab Kulon Progo berkomitmen untuk berupaya seoptimal mungkin melakukan penurunan stunting. Komitmen itu antara lain diwujudkan dengan menerbitkan Perbup nomor 37/2016 tentang Penanganan Stunting. Regulasi ini telah disempurnakan dengan Perbup No 6/2020 sebagai Perubahan Perbup nomor 37/2018 tentang Penanganan Stunting di Daerah yang di RAD-nya sudah ada dan memberikan peran pada kalurahan.

Sementara itu Kepala BKKBN yang diwakili Plt. Kaper BKKBN DIY Chinggih Widanarto dalam sambutannya mengatakan bahwa temuan dan masukan hasil ujicoba ini dapat menyempurnakan implementasi strategi dan penyempurnaan aplikasi sehingga tahun depan sudah dapat digunakan secara nasional. Hal terpenting dalam uji coba ini adalah bagaimana sinergi para pihak yang terlibat dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, di level nasional sedang dibangun komitmen bersama dengan lintas Kementerian/ Lembaga. Sedangkan Plt. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN menggaris-bawahi bahwa uji coba ini sebagai proses penyempurnaan aplikasi untuk mendapatkan formula yang tepat, agar bisa diterima di seluruh wilayah Indonesia dengan mempertimbangkan keragaman budaya dan keyakinan.

Sumber : Bidang KSPK