Lakukan Monev, “BKKBN DIY Dorong Percepatan dan Pastikan Akuntabilitas PK21”

Pendataan Keluarga 2021 (PK21) dilaksanakan pada tanggal 1 April 2021 s.d. 31 Mei 2021 di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan Pendataan Keluarga bertujuan mengumpulkan data dan informasi Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, intervensi dan evaluasi Program Bangga Kencana. Selain hal tersebut pada PK21 ini juga mengumpulkan data Antopometri Balita dan Ibu Hamil untuk mendapatkan gambaran awal yang akan dipergunakan dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

PK21 di DIY   melibatkan 7.794 kader pendata dibawah bimbingan Penyuluh Keluarga Berencana dengan target KK yang didata sebanyak 1.106.429 Kepala Keluarga.  Capaian PK21 di DIY hingga 23 Mei 2021 sebanyak 83,74% atau 926.527 Kepala Keluarga.

Untuk memastikan PK21 berjalan dengan baik dan mendapat gambaran riil  pelaksanaan PK21, Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan monitoring dan evaluasi di 5 Kabupaten/ Kota, dengan tujuan untuk memotivasi para pelaksana di lapangan sehingga bisa meningkatkan capaian PK21 dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan PK21 dilakukan dengan benar dan memenuhi prinsip akuntabilitas.

Tim Monev PK21 terdiri 3 unsur, yaitu; Komponen Pengawasan/ Auditor Internal, Sekretariat dan Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi (ADPIN) sebagai pelasana kegiatan.

Wilayah sample meliputi 10 Kapanewon/ Kemantren di DIY yaitu : 1) Kabupaten Gunungkidul (Kap. Rongkop dan Karangmojo pada 20 Mei 2021); 2) Kota Yogyakarta (Kemantren Pakualaman dan Umbulharjo pada 21 Mei 2021); 3) Kabupaten Bantul (Kap. Sedayu dan Jetis pada 23 Mei 2021); 4) Kabupaten Sleman, (Kap. Kalasan dan .Godean pada 24 Mei 2021); dan 5) Kabupaten Kulon Progo, (Kap. Wates dan Kalibawang pada 27 Mei 2021)

Sumber : Subbid Data & Informasi