SEKDA DIY “Sepakat Dorong Percepatan Capaian Program Bangga Kencana”

Memulai sepuluh hari pertama penugasan sebagai Plt. Kepala Perwakilan BKKBN DIY MV. Chinggih Widanarto, SE, M.Si. langsung melakukan safari audiensi kepada Sekda DIY Drs. Kadarmanta Baskara Ajidan dan semua Sekda Kabupaten/Kota. Dimulai dari menghadap Sekda DIY pada tanggal 11 Mei 2021, dilanjutkan berturut-turut kunjungan kepada Sekda Kota, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan terakhir berkunjung kepada Sekda Kulon Progo pada Kamis, 20 Mei 2021.

Jabatan definitif Pak Singgih, demikian MV. Chinggih Widanarto, SE, M.Si. biasa dipanggil, adalah Inspektur Wilayah 1 pada Inspektorat Utama BKKBN. Selain untuk memperkenalkan diri, safari audiensi ini juga dimaksudkan untuk dapat berdiskusi secara lebih teknis dengan Sekda selaku koordinator pelaksanaan program pembangunan di wilayahnya, khususnya dengan adanya agenda nasional kegiatan Pendataan Keluarga (PK) 2021 yang proses pengambilan data dari masyarakat dijadwalkan harus sudah selesai akhir Mei 2021 ini. Selain mengenai PK 2021, strategi penanganan stunting dimana BKKBN ditunjuk selaku koordinatornya oleh Presiden juga dibahas dalam pertemuan tersebut selain juga isu-isu Program Bangga Kencana yang lain.

Sekda DIY menyatakan bahwa memang secara provinsi belum mencapai 100 persen. Capaian PK 2021 di DIY per 20 Mei secara rata-rata sebesar 79,40% dengan capaian tertinggi di Kabupaten Gunungkidul sebesar 92,39%. Namun berdasarkan laporan dari lapangan dan progres yang terlihat, Sekda optimis pada saatnya PK 2021 di DIY akan tuntas dilaksanakan. Hal senada disampaikan oleh para Sekda Kabupaten/Kota yang lain. Yang penting setiap kesulitan yang muncul di lapangan segera dikomunikasikan dengan kami di Perwakilan sehingga dapat diambil langkah mengatasinya, demikian permohonan Plt. Kaper kepada para Sekretaris Daerah.

Mengenai penanganan stunting, di wilayah DIY sebetulnya sudah dimulai jauh sebelum ini dengan pemberian suplemen dan perhatian tinggi terhadap ibu hamil dalam mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selanjutnya karena sifat intervensi terhadap stunting ini sangat bersifat lintas sektor, maka Plt. Kaper sangat berterimakasih atas dukungan dan koordinasi yang terjalin baik selama ini di bawah arahan para Sekda. Harapannya, koordinasi ini akan lebih ditingkatkan lagi di masa selanjutnya.

Selain itu Sekda juga menyampaikan akan mendorong realisasi DAK BOKB khususnya Dana Penggerakan agar target penggunaan alat kontrasepsi semua metode dapat tercapai dan angka Unmet Need semakin turun. Tidak dipungkiri memang terdapat beberapa kendala teknis dalam penyerapan Dana Penggerakan terkait regulasi teknis (antara lain perbedaan SHBJ Daerah dengan yang ada pada Juknis Dana Penggerakan), namun hal tersebut dapat didiskusikan bersama untuk diambil langkah antisipasinya.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN DIY mengharapkan, dengan rangkaian audiensi ini ini dapat semakin memperkuat sinergitas antara Perwakilan BKKBN DIY dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam melaksanakan program-program untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.