PASTIKAN TIM PENDAMPING KELUARGA BEKERJA OPTIMAL, DEPUTI LATBANG TINJAU ORIENTASI TPK DI PLAYEN

Sebanyak 45 (empat puluh lima) orang anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul mengikuti orientasi hari pertama yang dilaksanakan Senin (22/8) bertempat di kantor Kapanewon Playen. Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc., PhD., didampingi Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin, SH., MM., Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN DIY, Dra. Joehananti Chriswandari beserta jajaran, Panewu Kapanewon Playen serta unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul.

Prof. Damanik, begitu ia biasa disapa, mengatakan bahwa TPK dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat hendaknya menggunakan pendekatan dan bahasa yang mudah dipahami. Ketika menjalankan tugas dalam menjelaskan kepada masyarakat, bisa dilakukan sambil ‘guyon’ atau bercanda.

Sebanyak 600 ribu personil TPK di seluruh Indonesia dikerahkan untuk menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Asupan makanan yang bergizi menjadi sangat penting bagi seorang ibu hamil.

“Bilang sama ibu-ibu, buat makanan yang bervariasi. Jika memungkinkan, tanam sayuran, pelihara ayam,” demikian ia berpesan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya dapat memenuhi kecukupan gizi, terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Makanan cukup gizi tidak harus mahal. Sayuran bisa ditanam sendiri di sekitar rumah atau pekarangan, seperti daun katuk, pare, kangkung, bayam, dll. Begitu juga dengan protein, bisa dengan memelihara ikan atau ayam yang diambil telur dan dagingnya.

Kesempatan bertemu dengan Prof. Damanik tersebut, digunakan juga oleh anggota TPK sebagai ajang untuk bertanya, mengajukan usulan serta mencurahkan kendala yang dialami dari sisi teknis, operasional, dan lainnya. Seluruh peserta sangat antusias dalam kegiatan tersebut.

-Dwi Isnaeni/ Humas BKKBN DIY-

WhatsApp Admin