Penggerakan Masyarakat ber-KB Melalui Pelayanan KB MKJP dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77

PERWAKILAN BKKBN DIY bersama mitra Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta dan RS DKT Soetarto bergerak bersama dalam mensukseskan Program Bangga Kencana, dan salah satu kegiatan adalah Bhaksos Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-77 sangatlan strategis dalam mewujudkan harapan di tengah keterpurukan, bersinergi bersama semua elemen, bergerak bersama dan bergotong royong untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi, utamanya pembangunan manusia melalui unit terkecil yaitu keluarga.

Disampaikan dalam laporan penyelenggaran Bhaksos Pelayanan KB MKJP bersama RS DKT Soetarto, bahwa arah kebijakan pembangunan Kota Yogyakarta adalah “Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan Sosial dan Budaya” dan salah satu strateginya melalui peningkatan keluarga berencana (KB) dan pembangunan ketahanan keluarga dengan tujuan meningkatkan pelayanan fasilitas Kesehatan pelayanan KB sekaligus meningkatkan kepesertaan KB di Kota Yogyakarta”, ungkap Edy Muhammad.

Dikarenakan tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti program KB, khususnya MOW (metode kontrasepsi Wanita), maka DP3AP2KB Kota Yogyakarta menambah target KB MOW sebanyak 10 akseptor melalui dukungan APBD Perubahan Tahun 2022. Dan sebagai bentuk komitmen pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung Program Bangga Kencana, melalui kegiatan pelayanan KB MKJP adalah dengan memberikan dukungan pembiayaan pemulihan pasca operasi MOW dan MOP sebesar Rp. 700.000,- dan dukungan BOKB untuk pengganti biaya hidup sebesar Rp. 300.000,-, sehingga total yang diterima akseptor sebesar Rp. 1.000.000,-.

PJ Walikota, Sumadi, SH., MH., menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kota Yogyakarta siap bersinergi dalam mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan mengahasilkan Bonus Demografi dalam upaya pengendalian penduduk sebagai kontribusi mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing serta dalam upaya percepatan penurunan stunting. Walikota berharap, melalui kegiatan ini target sasaran strategis dapat diwujudkan dengan tetap mempertimbangkan pendekatan budaya dan kearifan local serta tetap memperhatikan protocol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN mendapatkan amanah baru sebagai coordinator Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS). Disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin, SH., MM., bahwa kondisi stunting berdasarkan SSGI 2021, Nasional 24,4% dan Daerah Istimewa Yogyakarta di angka 17,3%, 3 provinsi terendah setelah Bali dan DKI Jakarta. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 sebesar 14% dan DIY berkomitmen bisa mempercepat penurunan stunting zero stunting di 2024.

Program KB merupakan salah satu upaya dalam PPS, oleh karena itu, masih perlu upaya kerja keras dalam menurunkan angka stunting, antara lain melalui peningkatan kesertaan KB baik untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga beresiko stunting. “Ingat Program 4 T (4 Terlalu), Terlalu Muda dan Terlalu Tua untuk Hamil, Terlalu Dekat Jarak untuk kehamilan berikutnya serta Terlalu Banyak jumlah anak yang dilahirkan”, imbuh Shodiqin.

Di akhir sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, juga mengingatkan kembali bahwa Pelayanan KB Pasca Persalinan menjadi peluang strategis dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta memperkecil terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Berharap semua fasilitas kesehatan bisa meningkatkan cakupan pelayanan KB PP, sebagaimana komitmen yang tinggi dari Pemerintah DIY melalui terbitnya SE Gubernur DIY no.11/SE/VII/2022 tentang Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Rumah Sakit DKT Soetarto, dr. Zamroni, SP.U, menyampaikan bahwa total akseptor yang akan mengikuti Bhakti Sosial Pelayanan KB MKJP di RS DKT Soetarto adalah sebanyak 70 akseptor yang terdiri dari : 2 MOW, 22 Implan dan  48 IUD. Pelaksanaan penggerakan calon akseptor KB, DP3AP2KB Kota Yogyakarta bersinergi dengan TNI (Kodim 0734/Yogyakarta) melalui Bainsa di wilayah serta mitra kerja lainnya.

Humas BKKBN DIY

WhatsApp Admin